Organisasi Anda Tidak Kekurangan Program—Organisasi Anda Kekurangan Keselarasan

Banyak organisasi terlihat sangat aktif melakukan perubahan.

Program leadership diluncurkan. Sistem manajemen kinerja diperbarui. Nilai-nilai perusahaan dirumuskan kembali. Struktur organisasi ditata ulang. Berbagai aplikasi baru diperkenalkan untuk mempercepat proses kerja.

Namun, setelah seluruh program tersebut berjalan, masalah yang sama tetap muncul. Kolaborasi masih lemah, keputusan tetap lambat, target antarunit saling bertentangan, dan pimpinan masih mengeluhkan rendahnya akuntabilitas.

Organisasi kemudian menyimpulkan bahwa programnya belum cukup. Solusinya adalah menambah program baru.

Padahal, persoalannya mungkin bukan kekurangan program. Persoalannya adalah program-program tersebut tidak bergerak menuju arah yang sama.

Banyak Program, Sedikit Dampak

Setiap program organisasi biasanya dirancang dengan tujuan yang baik. Masalah mulai muncul ketika program tersebut berjalan sendiri-sendiri.

Tim strategi menetapkan arah pertumbuhan bisnis. HR mengembangkan kompetensi yang dianggap penting. Tim teknologi memperkenalkan sistem baru. Setiap fungsi kemudian menentukan KPI berdasarkan kebutuhannya masing-masing.

Secara terpisah, semuanya terlihat masuk akal. Namun, ketika dijalankan bersamaan, hubungan di antara berbagai inisiatif tersebut tidak selalu jelas.

Organisasi ingin meningkatkan inovasi, tetapi sistem manajemen kinerja menuntut hasil jangka pendek. Organisasi meminta kolaborasi, tetapi penghargaan tetap diberikan berdasarkan pencapaian unit. Pemimpin dilatih untuk mendelegasikan, tetapi kewenangan keputusan masih terpusat di level atas.

Programnya ada, tetapi sistemnya saling melemahkan.

Keselarasan Bukan Sekadar Kesamaan Tujuan

Keselarasan sering disederhanakan menjadi pemahaman terhadap visi dan tujuan perusahaan. Selama semua orang dapat menyebutkan arah organisasi, mereka dianggap sudah selaras.

Padahal, keselarasan tidak berhenti pada apa yang dipahami. Keselarasan harus terlihat dalam cara organisasi menetapkan prioritas, membagi sumber daya, mengukur kinerja, mengambil keputusan, dan memberikan penghargaan.

Sebuah organisasi dapat memiliki visi yang sama, tetapi tetap bergerak ke arah berbeda jika setiap unit mempunyai ukuran keberhasilan yang tidak saling mendukung.

Keselarasan berarti memastikan bahwa strategi, struktur, proses, manusia, dan sistem penghargaan mengirimkan pesan yang konsisten. Ketika salah satunya bergerak ke arah berbeda, organisasi menciptakan kebingungan bagi orang-orang di dalamnya.

Karyawan Menerima Terlalu Banyak Pesan

Bayangkan seorang manajer diminta mengembangkan tim, mempercepat proses, menjaga kualitas, meningkatkan efisiensi, berkolaborasi dengan unit lain, dan tetap mencapai target operasional yang semakin tinggi.

Semua tuntutan tersebut terdengar penting. Namun, tanpa prioritas yang jelas, manajer harus menentukan sendiri mana yang perlu didahulukan. Biasanya, ia akan memilih hal yang paling sering ditanyakan pimpinan atau paling besar pengaruhnya terhadap penilaian kinerja.

Di sinilah perilaku organisasi yang sebenarnya terbentuk.

Karyawan tidak hanya mengikuti slogan atau materi sosialisasi. Mereka membaca apa yang diukur, keputusan apa yang disetujui, kesalahan apa yang dihukum, dan perilaku apa yang membuat seseorang mendapatkan promosi.

Jika pesan formal berbeda dengan kenyataan, mereka akan mengikuti kenyataan.

Periksa Hubungannya Sebelum Menambah Program

Sebelum meluncurkan program baru, organisasi perlu berhenti sejenak dan memeriksa program yang sudah ada.

  • Masalah bisnis apa yang ingin diselesaikan?
  • Bagaimana program tersebut mendukung strategi?
  • Sistem apa yang harus berubah agar perilaku baru dapat diterapkan?
  • Apakah KPI dan penghargaan sudah mendukung arah yang sama?
  • Siapa yang bertanggung jawab memastikan program menghasilkan dampak?
  • Program atau aktivitas apa yang perlu dihentikan?

Pertanyaan terakhir sering dihindari. Organisasi lebih mudah menambahkan sesuatu daripada menghentikan program yang tidak lagi relevan. Akibatnya, jumlah inisiatif terus bertambah sementara perhatian, anggaran, dan energi organisasi semakin terbagi.

Organisasi tidak menjadi lebih kuat karena memiliki lebih banyak program. Organisasi menjadi lebih kuat ketika seluruh elemennya bekerja sebagai satu sistem.

Karena itu, sebelum mencari program berikutnya, periksa terlebih dahulu apakah strategi, struktur, proses, manusia, dan pengukuran kinerja sudah bergerak ke arah yang sama.

Mungkin organisasi Anda tidak membutuhkan program baru.

Organisasi Anda membutuhkan keselarasan.

#OrganizationalAlignment #OrganizationDevelopment #BusinessStrategy #StrategyExecution #HumanCapital #Leadership #PerformanceManagement #ChangeManagement #StrategicHR

Baca juga

Scroll to Top